Untuk sebagian besar
pekerja, pasti sudah familiar dengan istilah dari Peraturan Perusahaan (PP) dan
Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Persamaan dari dua dokumen ini merupakan
dokumen yang sama-sama mengatur mengenai imbalan kerja dari pekerja yang
bekerja di satu perusahaan. Namun, tahukah Anda, PP dan PKB tersebut merupakan
dua dokumen yang berbeda. Lalu apa sajakah perbedaan-perbedaan dari PP dan PKB
ini? Berikut adalah beberapa perbedaan yang harus Anda ketahui antara kedua
dokumen tersebut.
Pihak yang terlibat
PP merupakan produk dari
satu pihak, dalam hal ini perusahaan. Perusahaan membuat peraturan untuk
dipatuhi oleh pekerjanya. Sedangkan untuk PKB, pihak yang terlibat untuk membuat
perjanjian tersebut adalah dari 2 (dua) pihak, yaitu pekerja yang diwakili oleh
serikat pekerja dan pihak perusahaan.
Sebenarnya secara
eksplisit sudah dapat diketahui, bahwa peraturan biasanya dibuat oleh pihak
yang berkepentingan untuk mengatur pihak lain. Sedangkan perjanjian merupakan
produk kesepakatan antara 2 (dua) pihak. Dari sini juga dapat diketahui, jika
di satu perusahaan memiliki serikat pekerja, biasanya mereka memiliki PKB, dan
sebaliknya jika tidak memiliki serikat pekerja, maka hanya PP saja yang
mengatur mengenai imbalan kerja di perusahaan tersebut.
Walaupun demikian, PP
dan PKB harus disahkan oleh depnakertrans. Dengan
demikian selain pihak-pihak diatas, ada satu pihak lagi yang terlibat pada
pembuatan PP dan PKB, yaitu pihak regulator, dalam hal ini pemerintah melalui
depnakertrans.
Kompleksitas
Jika dilihat dari kompleksitas-nya,
PP biasanya memiliki imbalan yang standar sesuai dengan minimal yang diatur
dalam UUK 13/2003, sedangkan PKB memiliki tingkat
kompleksitas yang lebih dari standar (lebih banyak dan bervariasi imbalan kerjanya).
Hal ini dapat dimaklumi, bahwa PP
biasanya dibuat “hanya” untuk memenuhi standar di UUK 13/2003 saja, karena
dalam hal ini satu pihak saja (perusahaan) yang membuatnya. Pekerja hanya bisa
“nrimo” saja apa yang diatur dalam PP tersebut, pekerja tidak terlibat langsung
dalam tahap pembuatannya. Sedangkan PKB merupakan produk “tawar menawar” antara
serikat pekerja dan perusahaan. Serikat pekerja biasanya memiliki networkyang
bagus dan memilki “power” yang lebih besar, mereka juga memiliki bahan
perbandingan terkait dengan imbalan kerja di serikat kerja lainnya yang satu
industri dengan mereka. Jadi ketika tahap proses pembuatan PKB, biasanya
pekerja menginginkan imbalan kerja yang sama dengan serikat
pekerja di perusahaan lain.
Kedetailan
Seperti yang telah
disinggung diatas, biasanya PP dibuat hanya “disamakan” dengan UUK 13/2003.
Oleh karena itu, dalam penyusunannya biasanya selalu disebutkan imbalan kerja
“merujuk ke UUK 13/2003″. Sedangkan di PKB, dibuat secara detail.
Misalkan untuk imbalan pensiun, disebutkan
“imbalan disesuaikan dengan pasal sekian ayat sekita di UUK13/2003″. Dan
kadang-kadang apa yang diatur di PP tidak begitu jelas, berbeda dengan di PKB,
imbalan kerja disebutkan sedetail mungkin, hal ini untuk menghindari miss
intrepretasi di kemudian hari.
Jenis Industri
Selain beberapa
perbedaan diatas, biasanya jenis industri juga dapat dijadikan salah satu
faktor perbedaan PP dan PKB. PKB biasanya ada di jenis industri manufaktur dan
minyak & gas. Sedangkan PP biasanya ada di Industri Jasa, Keuangan dan
lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar